Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Puisi pendek 2020: 16 puisi singkat terbaru dan terbaik

Kumpulan Puisi pendek ini merupakan puisi singkat terbaru dan terbaik tahun 2020 karya anak bangsa spesial hari kemerdekaan indonesia 17 agustus 2020   versi blog budidaya-ikan.com

Walaupun tergolong puisi singkat tetapi puisi ini di ambil dari beberapa tema seperti puisi ayah, puisi ibu, puisi menyentuh hati di awal tahun, puisi sedih 2020, puisi tahun baru, puisi cinta romatis, puisi sahabat, puisi pahlawan, puisi guru, puisi rindu semuanya ada disini dan saya rangkum dalam kumpulan puisi pendek terbaik 2020 versi blog budidaya-ikan.com
Puisi pendek

Dan berikut beberapa nama- nama orang yang berkarya dalam kumpulan puisi terupdate kali ini.
1. Annisa nur fitriyani
2. Suryanto
3. Islami sri devi
4. Dwi pareanza maharaja

Puisi ini juga sangat cocok untuk di bacakan di hari-hari penting seperti tentang hari guru, hari pahlawan, hari ulang tahun, hari ayah, hari ibu, hari tahun baru dan hari-hari lainya seperti hari dalam seminggu mulai dari hari senin, selasa, rabu, kamis, jum'atn sabtu dan minggu.

Puisi pendek ini juga sangat cocok untuk di jadikan kado untuk sang pacar atau untuk ngombalin cewek kamu atau sang doi bahkan juga cocok untuk nembak pacar lewat puisi agar romantis dan terlihat mesra.

Dan inilah kumpulan puisi pendek karya anak bangsa di bawah ini, silahkan kalian pilih sesuai keinginan kalian dalam memilih tema puisi yang cocok dengan hati kalian.

1. Puisi Karya Annisa nur fitriyani


Sabar

Hamparan padang harapan tak pernah berhenti meluas
Merambat menjangkah setiap inci jiwa dalam rasa puas
Gelap kelam tak berarti tiada lentera
Kala tubuh terlalu banyak rasakan lara
Menerima sapuan takdir yang kadang mencekik menyiksa
Tapi senyum kan selalu muncul ikhlas
Bahagia kan ada pada syukur yang takkan hilang terbias
Tawa terdengar merdu oleh nikmat Tuhan yang tiada habisnya
Dalam sabar yang luas seluas samudra

Kekuatan Doa

Bergetar hati kala mendengarnya
Bumi langit seakan terguncang oleh kehebatannya
Merintih meminta memohon
Berserah diri akan kehendakNya

Takdir luluh menjerit menjauh
Mentari masih tersenyum
Bumi terpijak merenung
Masih hening untuk kata mengampun

Kala bait-bait pinta
Dengan indah terucap menyebut nama-Nya
Bersimpuh bersujud akan keagungan-Nya
Tiada daya dan upaca kecuali hanya milik-Nya

Rasa serah diri
Jerit dan syukur hati
Masih sempatkah tuk pungkiri?
Kekuatan doa pada Sang Illahi

Perhiasan Dunia[istri shalihah]
Tutur indahmu laksana semerbak kelopak mawar
Elok paras nan terjaga lagi menawan
Pandangan mu teduhkan rasa setiap insan
Surga bagimu adalah impian tujuan serta harapan

Tak cukup kau singgah tuk kebaikan
Hati mu luas bak birunya lautan
Sabarmu dalam tanpa batasan

Dirimulah sebaik-baiknya perhiasan
Shalihah nan terjaga dari hitam gelap dan pengapnya kehidupan
Kau adalah kemuliaan yang tercatat dalam lindungan dan sucinya ayat Al-qur'an


Wanita

Wanita bukanlah sebuah citra
Namun ia adalah pandangan setitik cahaya
Meredupkah ia karena Lara?
Wanita bukan tombak maupun pedang
Namun mulutnya dapat lukai tanpa memandang
     
 Wanita juga bukan kotoran
 Ia adalah kehormatan
 Dirinya adalah tipuan
Tipuan bahwa hati adalah korban

Bodoh juga bukan sebab
Tapi akhlak adalah tombak
Prinsip untuk mati dengan mahkota
Bukan hidup dengan tinta

Tinta yang kotori dunia
serta kehormatannya
Sajak-sajak ini juga tak istimewa

Namun untuk saudariku tercinta

Hidup tak hanya tentang pria
Hidup pula tak hanya tentang gemerlap dunia
Hidup adalah alasan untuk berjumpa di surga-Nya
Dengan menjaga kehormatan kita

Guruku Mentari-Ku

Kala mataku mengerjap
Mendengar celoteh membosankan nan sigap
Masih ku pikir tiada guna untukku bersiap

Masih pula sempat diri ini terlelap
Pada dunia sesat nan gelap
Tanpa ilmu aku rasa hidup gagap

Saat masa depan bertanya padaku
Aku masih diam termangu
Tanpa rencana dan cita yang kelabu

Saat masa depan mendekat
Aku tak kuasa berpegang erat
Pengetahuan dangkal buatku tercekat

Saat itu pula ku tersadar
Pengetahuan dan ilmu dari pengajar
Bagai cahaya indah nan mempesona milik sang fajar

2. Puisi Karya Islami sri devi


Akankah Dirayakan

Kugandeng ibu berjalan tertatih
Berpayung teriknya mentari
Tatkala indera mendengar riuh
Sebuah pesta di sebelah kiri

Kue bolu berbalut hiasan
Di atasnya lilin menyala
Nampak lezat nan menggiurkan
Diselingi tawa bahagia

Di meja sana tertata beragam hadiah
Bermacam pola nan indah
Sungguh menawan
Dinding dan pagar dipenuhi balon

Oh ibu, aku mau seperti itu!
Rengek bibir mungilku
Nanti anakku, lihat lah di sana
Uang kita menunggu untuk dikais

Kehidupan

Alangkah riang hati ini
Mengulang tanggal melihat bumi
Ketika dalam pangkuan ibu
Kini, tinggal mengenang masa itu

Tak terasa tubuh makin renta
Awalnya bugar jiwa raga
Kelak, telinga tak lagi peka
Mata tak lagi menatap cakrawala

Hidup bukan soal resolusi
Bukan pula sekedar imaji
Namun tentang mimpi
Yang akan terjadi

Mengulang Tahun

Mengulang tahun kelahiran
Adalah suatu kebahagiaan
Menghitung usia
Kian bertambah

Kini, hari ditunggu pun tiba
Tak terasa diri makin menua
Semua cerita di kenang
Termakan zaman lalu hilang

Kala dewasa jadi tua
Jadikan hidup kian bermakna
Agar nanti kisah cerita
Kelak takkan sia-sia

Ayah, sosok pahlawan

Sosok jiwa bak pahlawan
Mengalirkan kasih dan cinta
Selalu beri kehangatan
Walau diucap lewat rasa

Sosok pemberi kehidupan
Lewat tangannya yang kasar
Hitam legam kulit tubuhnya
Tanda kasih sayang tiada tara

Raganya terbakar matahari
Demi mencari ridho ilahi
Cintanya begitu tulus
Hingga lupa dirinya tak terurus

Bukti Menyambut Asa

Kala pagi menyapa jiwa
Raga terbangun menyambut asa
Berharap menuai mimpi
Atau sekedar ilusi

Peluh keringat dibadan
Bukti sebuah pengorbanan
Wajah keriput tergambar jelas
Tanda perjuangan keras

Langkah demi langkah
Tergambar indah
Di depan mata angan tergapai
Hanya perlu sedikit meniti

Cinta Segitiga

Kupikir rasa ku salah
Namun begitu indah
Ternyata saat ku raba
Sakitnya menusuk jiwa

Tadinya, kukira rasaku punya alasan
Ternyata tetap menunggu tanpa balasan
Itu semua karena salah pengertian
Yang kukira perhatian

Hatiku rasanya teriris
Mungkin karena aku egois
Dan tak terima
Cinta segitiga

Kisah kita seperti drama
Sayangnya ini nyata
Tentang cinta segitiga
Dimana ada aku, kamu dan dia

Arti Cinta

Sebuah rasa dalam jiwa
Berjuta makna
Beri tawa bahagia
Tak jarang buat derita

Desir kasih antara manusia
Satu tujuan bersamaan
Merajut asmara
Dalam ruang kerinduan

Rasa yang terbalaskan
Jiwa-jiwa yang kasmaran
Tak jemu tebarkan kebahagiaan
Tak beri ruang kesedihan

Kala rasa itu ada
Wajah tak lepas beri senyuman
Seakan dunia milik berdua
Membingungkan

Pesona Negeriku

Lautan luas nan biru
Deburan ombak menderu
Rasa hati ingin memburu
Keindahannya membelenggu

Hijaunya dedaunan
Beri embun kesejukan
Sejauh mata memandang
Hamparan ilalang

Inilah negeriku
Dengan berjuta keragaman
Akan selalu jadi candu
Bagi para wisatawan

Wahai putra bangsa!!
Tuntunlah ibu pertiwi
Dalam sepenuh jiwa
Agar tetap terpatri

3. Puisi karya Dwi pareanza maharaja


Jauh

Sebuah kerinduan yg terus tersimpan untukkmu.
Namun, sayang nya engkau tidak lagi.

Sebuah senyuman tulus yang telah sulit ku miliki lagi saat ini.

Tak dapat ku untai ribuan kalimat tuk menuliskan semua tentang cinta, sayang, dan rindu yang telah teramat dalam.

Entah di mana kan ku temukan sosok mu lagi. Sesosok wanita tangguh dulunya, namun kini terasa sangat jauh berubah dari yang ku kenal dahulu


Tak dapat lagi ku teteskan air mata, sebab telah keruh untuk menetes.Jutaan pilu tentangnya belum dapat untuk ku hapus.

Sangat sulit bagiku untuk melupakannya. Seharusnya aku sadar, bahwa tiada lagi namaku tertulis di hatinya sebagai yang istimewa

Seharusnya aku sadar sudah tiada lagi ruang tempat untukku di dalam harinya,& hatinya.


Namun aku akan mencintai, menyayangi, merindukan dalam diam ku

Memandang wajah dan senyuman tulus serta canda tawa dari kejauhan.


Maafkan aku yang terlalu mengekangmu
Bukannya aku bermaksud, namun aku hanya takut, satu-satunya orang tempatku bercanda dengan lepas pergi.

Maafkan aku jika aku tak ada lagi saat kau bersedih

Aku sangaaat dan  akan selalu menyayangimu dan merindukan mu selama ku hembuskan nafas ini

Kehilangan

Ketika sebuah rindu pada cahaya malam ini merengut seluruh tubuhku, terdiam ku mulai membisu di tengah tawa candaku

Ku yakini bahwa malam ini, kita tak memandang cahaya bintang yang sama

Telah lama sekali keadaan ini berjalan dengan sunyi

Tanpa hadirmu, tanpa sapaanmu

Ya, ku tahu sudah ada angin baru yang menyejukkan tubuhmu, hingga kini kau mulai melepaskan hembusan dariku

Namun, terkadang hadirmu untukku, membuatku terjerat dalam harapan yang tak jelas pasti.

Apalah dayaku, yang mungkin terlalu menyayangi mu, ku terlalu menaruh rasa untukmu, hingga ku sulit untuk melepaskanmu.


Maafkan aku jika memang aku menjadi hembusan angin yang menghembuskan udara dingin yang membekukanmu.

Maaf kan daku jika udara yang ku hembuskan  membuatmu tergoncang dan beranjak.

Hari ini ku tak dapat lagi menjujurkan. Karena ku tahu, mungkin kau tak memikirkannya kembali

4. Puisi karya Suryanto


GORESAN LUKA

Rintik hujan tiada henti menetes
Membasahi sisa senja
Terbayang jelas raut wajah mu
Dibalik sudut gelap
Kini semakin hilang ditelan gelap
Hanya satu yang tersisa
Goresan-goresan luka
Di hatiku kian menyesakkan dada
Ingin ku mengadu tapi pada siapa
Hanya sepi yang mampu memahami
Dialah yang tetap diam
Seolah ikut merasakan kepiluan ini

MIMPI

Wahai mimpi...
Bawalah aku menuju bayangnya
Aku ingin bertemu dengannya
Meski hanya sedetik saja
Aku sangat merindunya
Rindu olehnya slalu menyiksa jiwa ku
Kenangan indah masih sangat jelas membekas
Manis memang saat mengenang
Namun manisnya bagaikan madu
Mendadak menjelma menjadi candu
Candu yang menghancurkan hati ku
Tak berdarah memang
Tapi sakitnya begitu terngiang

Demikian Kumpulan puisi pendek ini yang bisa saya bagikan, untuk kalian yang tertarik dengan puisi singkat ini dan ingin berdiskusi langsung kepada pembuat puisi-puisi di atas silahkan hubungi kami lewat komentar di bawah ini.
Terima Kasih.


Cikal
Cikal Mari Bertanam Untuk Penghijauan.

Posting Komentar untuk "Kumpulan Puisi pendek 2020: 16 puisi singkat terbaru dan terbaik "