TATA CARA ATAU MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER / PEDAGING DARI AWAL SAMPAI PROSES PANEN

TATA CARA ATAU MANAJEMEN  PEMELIHARAAN AYAM BROILER / PEDAGING DARI AWAL SAMPAI PROSES PANEN



-Berbagi ilmu Peternakan-


Pemeliharaan ayam broiler ditujukan untuk mencapai beberapa sasaran yaitu tingkat kematian serendah mungkin, kesehatan ternak baik, berat timbangan setiap ekor setinggi mungkin dan daya alih makanan baik (hemat). Untuk mencapai hal-hal tersebut ada beberapa hal pokok yang perlu dipertimbangkan sebaik-baiknya dalam pemeliharaan ayam pedaging yaitu perkandangan dan peralatan serta persiapannya, pemeliharaan masa awal dan akhir, pemberian pakan, pencegahan dan pemberantasan penyakit dan pengelolaan.

Dalam Pemeliharaan ayam kitadapati macam macam masalah yg Akan kita hadapi saat proses Pemeliharaan ayam Broiler atau pedaging

  1. Bagaimanakah system perkandangan yang baik untuk ayam broiler?
  2. Bagaimanakah pola pemberian pakan yang benar untuk ayam broiler?
  3. Bagaimanakah tata laksana / manajemen pemeliharaan yang baik untuk ayam broiler?
  4. Penyakit apa saja yang dapat menyerang ayam broiler?
  5. Bagaimanaka cara pencegahan dan Pengobatan penyakit pada ayam broiler.
    1> TIPE KANDANG
         A* KANDANG POSTAL
    


   
   Selain Biaya pembuatannya yang Cukup dibilang terjangkau, juga sangat Ringan bagi yang mau meluas usaha Ternak Ayam 
   Kandang ayam tipe potong Atau Broiler biasanya kandang berbentuk postal dengan alasnya memakai tanah atau semen dan diberi litter berupa serbuk gergaji atau sekam. Dan kandang panggung dimana kandang dibuat seperti pondokan dengan panjang dan lebar sesuai populasi dan alasnya terbuat dari bahan yang kokoh. Alas diberi jarak agar kotoran mudah jatuh ke bawah.
   
      B* KANDANG TERTUTUP / CLOSE HOUSE
      
    Kandang broiler sistem closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi (kontak dengan organisme lain) dengan pengaturan ventilasi yang baik sehingga lebih sedikit stress yang terjadi pada ternak.
    Didalam sebuah kandang ternak unggas ini harus diperhatikan kualitas udaranya. Kualitas udara dilihat dari kandungan oksigen, karbondioksida, karbonmonoksida dan amoniak dengan batasan tertentu. Adapun batasan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
   
    
Bila kondisi kandang tidak sesuai dengan ketentuan diatas maka ventilasi yang kurang harus ditingkatkan.
Kecepatan angin diatas 500 FPM tidak ekonomis dan tidak berpengaruh positif bagi performa ayam. Closed house dapat bervariasi tergantung pada lingkungan dan kemampuan finansial peternak. Secara umum ragam yang ada di lapangan terdiri dari::
  1. Sistem Tunnel : menggunakan Fan dan tirai tanpa cooling system.
  2. Full closed house : ada Fan cooling system dan tirai/penutup dinding samping.
  3. Full otomatic closed house.
Pada sistem 1 dan 2 umumnya menggunakan alat pakan dan minum manual atau tempat pakannya saja manual sementara air minum menggunakan bell drinker . Pada sistem 3, closed house dengan perlengkapan serba otomatis termasuk alarm sistemnya. Struktur umum kandang broiler sistem closed house dan perlengkapanya:
  1. Bangunan kandang: baik bangunan baru maupun renovasi kandang.
  2. Kipas dan fan : dapat terdiri dari exhaust fan, blower fan, ceiling/roof fan ataupun Wall fan
  3. Material cooling dan perlengkapannya: celpad yang baik material cooling lainnya ataupun fogging system.
  4. Dinding kandang: dapat berupa solid wall, tirai/curtain system dan celing material.
  5. Filter cahaya/light filter/light trap
  6. Air inlet
  7. Lighting system
  8. Control panel + electrical system
C* UKURAN KANDANG DAN Jarak ANTAR KANDANG
 1. Luas kandang ayam broiler yang akan dibangun akan menentukan kapasitas jumlah ayam yang akan dipelihara.
Kapasitas kandang yang akan dibangun harus disesuaikan dengan kemampuan menjual (sebaiknya menggunakan sistem all in all out).
Sebagai perbandingan, tingkat kepadatan untuk pemeliharaan ayam broiler di iklim tropis seperti di Indonesia setidaknya 9-10 ekor/m persegi. Tingkat kepadatan ini didasarkan pada ayam broiler periode finisher yaitu pada umur diatas 4 minggu.

2. Ukuran kandang ayam broiler yang ideal, lebar kandang ayam broiler idealnya 6 meter dan lebar maksimal kandang ayam broiler yaitu 8 meter.
Panjang tergantung lahan atau disesuaikan dengan kemampuan kerja untuk 1 (satu) tenaga kerja.  Tinggi kandang ideal 2.5-3 meter tergantung bahan atap yang dipakai.

3. jarak antar kandang ayam broiler idealnya adalah 20 meter, dengan jarak minimum selebar kandang (diukur dari teritis atau ujung atapsampai ke teritis atau ujung atap lagi).


   2>  PEMBERIAN PAKAN


Prinsip-prinsip sederhana tentang efisiensi pakan:

1.    “Banyak pakan, banyak daging”

Prinsip ini adalah bagaimana kita membuat Ayam menjadi banyak makan, karena jika konsumsi pakan tinggi Pertumbuhan lebih cepat dan daging yang dihasilkan lebih banyak.

2.    “Bobot masuk, umur maju”

Jika ayam memiliki pertumbuhan yang baik maka pemakaian pakan bisa lebih hemat. Sebagai contoh: Berat 1,8 kg standart dicapai pada umur 35 hari. Jika pertumbuhan lebih baik, berat tersebut dapat dicapai pada umur 33 hari dan pakan bisa dihemat selama dua hari.   Misal populasi ayam 5.000 ekor dan pada umur tersebut per hari rata-rata menghabiskan 17 sak pakan, maka jumlah pakan yang bisa dihemat adalah 34 sak. Jika harga pakan Rp 212.500 per sak, total biaya pakan yang bisa dihemat adalah Rp 7.225.000.


3.    “Daging yang dihasilkan per sak pakan”
Seberapa efisien penggunaan pakan untuk menghasilkan daging bisa dikelompokkan menurut tabel di bawah ini  ( 1 sak pakan = 50 kg) 
Daging yang dihasilkan
tiap 1 sak pakan (kg)
Kategori
> 33Sangat bagus
32 – 33Bagus
30 – 31Sedang
28 – 29Jelek
< 28Sangat jelek
Frekuensi Pemberian Pakan Ayam Broiler
Umur
Frekuensi Pemberian Pakan
Minggu I (1 - 7 hari)
9 kali tiap 2 jam (mulai 06.00 - 23.00)
Minggu II (8 - 14 hari)
5 kali tiap 3 jam (mulai 07.00 - 19.00)
Minggu III (15 - 21 hari)
4 kali tiap 4 jam (mulai 07.00 - 19.00)
Minggu IV (22 - 28 hari)
3 kali tiap 4 jam (mulai 07.30 - 15.00)
Minggu V (29 - 35 hari)
2 kali tiap 6 jam (mulai 07.30 - 15.00)
Minggu VI (36 - 42 hari)
2 kali tiap 6 jam (mulai 07.30 - 15.00)
Minggu VII (> 43 hari)
2 kali tiap 6 jam (mulai 07.30 - 15.00)
Sumber: (Ardana, 2009)
Kualitas dan kuantitas pakan broiler yang diberikan dibedakan berdasarkan fase pertumbuhan broiler yaitu fase starter (umur 0 - 4 minggu) dan fase finisher (4 - 6 minggu) (Ardana, 2009).
Kualitas dan Kuantitas Pakan Fase Starter
Pada fase starter, kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium (Ca) 1%, phospor (P) 0,7-0,9%, ME: 2800-3500 kkal/kg makanan. Sedangkan kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi empat golongan, yaitu:
1.      Minggu ke - 1 (1 - 7 hari) 17 gram/ekor/hari
2.      Minggu ke - 2 (8 - 14 hari) 43 gram/ekor/hari
3.      Minggu ke - 3 (15 - 21 hari) 66 gram/ekor/hari
4.      Minggu ke - 4 (22 - 28 hari) 91 gram/ekor/hari
Keseluruhan jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram (Ardana, 2009).
Kualitas dan Kuantitas Pakan Fase Finisher
Pada fase finisher kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, phospor (P) 0,7-0,9%, dan energi (ME): 2900-3400 kkal/kg. Sedangkan kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur, yaitu:
1.      Minggu ke - 5 (29 - 35 hari) 111 gram/ekor/hari
2.      Minggu ke - 6 (36 - 42 hari) 129 gram/ekor/hari
3.      Minggu ke - 7 (43 - 49 hari) 146 gram/ekor/hari
4.      Minggu ke-8 (50-56 hari) 161 gram/ekor/hari
Keseluruhan jumlah pakan per ekor pada umur 29-56 hari adalah 3.829 gram pakan.


3> TATACARA PEMELIHARAAN


                 PERIODE PERSIAPAN                       

A. PENCUCIAN PERALATAN KANDANG 
  B. PENCUCIAN KANDANG
C. PERSIAPAN SEBELUM DOC DATANG

Diatas merupakan gambaran Brooding Sebelum DOC / bibit broiler datang 

  D. Tempat pakan dan tempat minum 

JenisUmurPerbuah Untuk
Feeder tray (nampan)0 – 3 hari4 – 7 hari8 – 10 hari80 ekor60  ekor40  ekor
Tempat pakan gantung 5 kgTempat pakan gantung 10 kg11 – 15 hari11 – 15 hari30 – 35 ekor35 – 40 ekor
Tempat pakan gantung 5 kgTempat pakan gantung 10 kg16 – panen16 – panen20 – 25 ekor30 – 35 ekor
Tempat minum otomatisTempat minum manual0 – 10 hari0 – 10 hari100 – 120 ekor60   – 80   ekor
Tempat minum otomatisTempat minum manual11 – panen11 – panen60 – 80 ekor30 – 35 ekor
 E. Pemanas 
Jenis Pemanas
Jumlah DOC
(Musim Panas)
Jumlah DOC
(Musim Dingin)
Diameter
Chick Guard
Pemanas gas700 – 800600 – 7004 meter
Semawar600 – 700500 – 6003.5 meter
Batu bara600 – 700500 – 6003 meter
Drum (grajen/kayu)700 – 800600 – 7004 meter
 F. CHICK-IN

Setelah 6 jam ditebar, minimal 80% tembolok berisi pakan dan air.
Setelah 12 jam ditebar, 100% tembolok harus berisi pakan dan air.





PAKAN DAN AIR MINUM
  • Selama 3 hari pertama anak ayam harus dipaksa untuk aktif makan dan minum, bisa dibantu dengan cara mengetuk chick guard secara perlahan-lahan atau pakan diberikan sesering mungkin.
  • Pakan yang tersisa dikumpulkan dan diayak untuk diberikan kembali pada ayam, tetapi jangan dicampur dengan pakan baru. Tempat pakan harus selalu dibersihkan sebelum pakan yang baru diberikan.
  • Mulai umur 2 hari tempat minum harus digantung, dan setiap hari tingginya disesuaikan setinggi punggung ayam.
  • Pada umur 8 hari tempat pakan gantung mulai diperkenalkan. Diharapkan pada umur 10 hari ayam sudah mengenal tempat pakan gantung, dan paling lambat umur 12 hari semua tempat pakan harus sudah digantung.
  • Selepas masa brooding, pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan tempat pakan diatur setinggi tembolok ayam.
  • Jika menggunakan tempat minum obat (bell drinker), perhatikan level air sbb:
-. Umur kurang dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm di bawah bibir drinker.(supaya terjangkau dan mudah diminum ayam kecil)
-. Umur lebih dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm dari dasar drinker. (supaya tidak mudah tumpah dan tetap terjangkau ayam besar)
-. Piringan tempat minum dibersihkan setiap pagi dan sore, sisa air dibuang.
Jenis DOC
Feed Intake
(Minggu I)
Body Weight
(Minggu I)
Deplesi
Platinum160> 170 gr0.5%
Gold150> 160 gr0.7%
Silver140> 150 gr1.5%

B.        PELEBARAN SEKAT
  • Mulai umur 3 hari dilakukan pelebaran secara bertahap mengikuti kondisi ayam. Pelebaran harus diikuti dengan penambahan serta pengaturan tempat pakan/minum. Posisi pemanas diatur sedemikian rupa agar penyebaran panas bisa merata.
  • Sebagai acuan, pelebaran chick guard diatur sebagai berikut:
Umur (Hari)
Ekor/m2
160 – 65
340 – 45
625 – 30
820 – 25
1015 – 20
1410 – 15
188 – 10
>188 (full house)

NB: Pelebaran di atas merupakan acuan standart,
pada prakteknya harus disesuaikan dengan kondisi ayam
PEMANAS DAN LITTER
  • Sebaiknya di setiap brooder disediakan thermometer ruang untuk memantau suhu, akan tetapi pengamatan terhadap kondisi kenyamanan ayam yang paling tepat adalah dengan melihat perilaku ayam itu sendiri (bahasa ayam).
  • Pemanas dinyalakan setidaknya sampai umur 14 hari, kondisi dingin bisa diperpanjang. Bila ayam kepanasan, pemanas dapat dimatikan dengan tetap memperhatikan penyebaran dan kondisi ayam dalam chick guard.
  • Litter yang digunakan harus kering dan sudah didesinfeksi sebelumnya. Formalin bisa digunakan untuk tujuan tersebut (5 liter formalin 40% dalam 95 liter air).

1. Untuk kandang panggung
  • Penggantian litter disarankan dilakukan pada umur 8-10 hari. Pembukaan cover slat dapat dimulai pada umur 18 hari untuk daerah panas dan 21 hari untuk daerah dingin.
  • Dengan tetap mempertimbangkan kondisi litter, pembukaan cover slat dapat diundur jika cuaca benar-benar sangat dingin.
  • Pembukaan cover slat dilakukan secara bertahap mulai dari 25%, 50%, 75%, hingga terbuka semua. Saat pembukaan cover slat, tirai samping bawah (sarung) harus sudah terpasang.

 Gambar 5: Tirai samping bawah (sarung) tampak dari kolong kandang.


2.  Untuk kandang postal dan double deck.
  • Ketebalan litter minimal 3-5 cm, penggantian litter mengikuti jadwal sbb:

Umur (hari)8-1016-1721-2528-dst
Penggantian litterGanti 100%Ganti yang menggumpalGanti 100%Tabur
  •  Setelah umur 25 hari litter cukup ditabur dan diambil yang menggumpal saja. Penggantian litter dilakukan secara perlahan-lahan,
  •  Setelah pengerukan dan penggantian liter selesai, posisi ayam dapat digeser ke arah liter baru dan lakukan penggantian pada sisi berikutnya.

E.         VENTILASI
1.    Masa brooding
Urutan pembukaan tirai apabila temperatur brooding terlalu panas adalah sbb:
Buka tirai plafon –> Buka tirai dalam mulai dari atas ke bawah –> Bila masih terlalu panas bisa ditambah bukaan pada tirai luar pada sisi yang berlawanan dengan arah angin, juga dari atas ke bawah –> Bila suhu mulai dingin, urutan penutupan tirai dilakukan sebaliknya.

2.  Selepas masa brooding
Pembukaan tirai samping harus dimulai dari atas ke bawah dengan pengaturan sbb:
Buka terlebih dahulu tirai yang berlawanan dengan arah angin. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi ayam. Jika pembukaan tirai samping dirasa belum cukup, bisa dilanjutkan pembukaan tirai bawah (buka dulu tirai yang berlawanan dengan arah angin, dibuka dari bawah ke atas).

F.         PENCAHAYAAN
  • Sebagai patokan praktis, untuk setiap chick guard minimal diberi 10 watt SL/TL atau    60 watt lampu pijar dengan ketinggian 170 cm, selanjutnya ditambah sesuai kebutuhan.
  • Jika siang hari cuaca gelap, lampu harus dinyalakan agar feed intake dan water intake tidak terganggu.
  • Mulai umur 4 hari, pada malam hari perlu dibuat suasana gelap 1-2 jam untuk produksi hormon pertumbuhan (melatonin) dan sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi lampu padam tiba-tiba agar ayam tidak mati numpuk.
PERIODE FINISHER
A.        PAKAN DAN AIR MINUM
  • Pada periode ini yang perlu diperhatikan adalah proses penggantian pakan dari starter ke finisher. Pergantian ini harus dilakukan secara bertahap dengan urutan sbb:
–  Hari 1 penggantian               (¾ starter + ¼ finisher)
–  Hari 2 penggantian               (½ starter + ½ finisher)
–  Hari 3 penggantian               (¼ starter + ¾ finisher)
–  Hari 4 penggantian               semua pakan finisher
  • Pastikan jumlah dan rasio tempat pakan dan tempat minum terpenuhi.
  • Pada daerah beriklim panas, pakan diberikan saat temperatur tidak terlalu panas (pagi dan sore hari). Pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan perbandingan 40% pagi hari dan 60% sore hari. Jika tengah malam pakan masih kurang bisa ditambah.
  • Pada siang hari tempat pakan bisa dinaikkan untuk menambah ruang gerak ayam sehingga dapat mengurangi panas.
  • Untuk meningkatkan feed intake di malam hari, perlu dilakukan upaya membangunkan ayam minimal 5 kali dalam semalam.

Lebar
Kandang
Jumlah
Lajur
Lajur Tempat Pakan
Lajur Tempat Minum
5 – 7 m4 lajur4 lajur4 lajur
8 – 10 m5 lajur5 lajur5 lajur



B.        KEPADATAN AYAM  

NoJenis KandangBerat PanenEkor/m2
1Postal/Double Deck< 1,51,5 – 1,71,8 – 2,0
> 2
10 – 128 – 97 – 8
6 – 7
2Panggung< 1,51,5 – 1,71,8 – 2,0
> 2
11 – 1310 – 119 – 10
7 –   8
3Closed House< 1,51,5 – 1,71,8 – 2,0
> 2
13 – 1512 – 1311 – 12
10 – 11

C.         PANEN AYAM
  • Sebelum panen lakukan pengosongan/angkat tempat pakan, air minum tetap diberikan untuk mencegah hilangnya berat badan akibat dehidrasi.
  • Disarankan memberikan air gula 5% apabila jarak kandang dan tujuan lebih dari 100 km atau perjalanan lebih dari 3 jam (untuk mengurangi susut).
  • Penangkapan harus dilakukan dengan hati-hati, ayam ditangkap pada bagian bawah kaki untuk mencegah memar dada dan paha. Untuk mencegah patah tulang kaki karena meronta dan gerakan sayap, pegang erat-erat pada persendian bawah.
  • Ayam yang belum terpanen harus tetap dirawat dengan baik.
  • Hindari penangkapan ayam pada saat suhu udara sangat panas.
  


4> VAKSINASI ATAU PENCEGAHAN PENYAKIT

Vaksinasi merupakan salah satu cara paling awal dalam usaha pencegahan terhadap masuknya penyakit ke tubuh ayam. Diharapkan dengan dilakukannya vaksinasi dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh ayam sehingga dapat mencegah ayam terinfeksi penyakit. Dalam pelaksanaan vaksinasi, terdapat beberapa jenis vaksin yang digunakan serta cara pengaplikasiannya pun berbeda. Berikut ditulis beberapa hal tentang vaksinasi mulai dari pengertian vaksin dan vaksinasi, penyimpanan vaksin yang benar, jenis-jenis vaksin, serta cara pengaplikasian vaksin.

Pencegahan Penyakit
Selain vaksinasi, program pencegahan penyakit lainnya yaitu dengan cara memberikan vitamin/vitachick yang berfungsi untuk untuk mencegah ayam stess dari perjalanan yang cukup jauh. Pencegahan penyakit dilakukan sejak sebelum DOC dimasukkan kandang. Kandang dibersihkan dan dicuci terlebih dahulu.
Selama pemeliharaan, usaha lain untuk pencegahan penyakit adalah dengan cara tindakan hygienis dan sanitasi kandang yang teratur, membersihkan tempat pakan dan minum minimal 2 kali sehari serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar kandang.
5> KESIMPULAN

Pemeliharaan ayam broiler ditujukan untuk mencapai beberapa sasaran yaitu tingkat kematian serendah mungkin, kesehatan ternak baik, berat timbangan setiap ekor setinggi mungkin dan daya alih makanan baik (hemat). Untuk mencapai hal-hal tersebut ada beberapa hal pokok yang perlu dipertimbangkan sebaik-baiknya dalam pemeliharaan ayam pedaging yaitu perkandangan dan peralatan serta persiapannya, pemeliharaan masa awal dan akhir, pemberian pakan, pencegahan dan pemberantasan penyakit dan pengelolaan.

SEMOGA BERMANFAAT TERIMAKASIH 




  

Label: